You are currently browsing the daily archive for Februari 23rd, 2008.
“Eh, kmarin cowokku bawain aq edelwis dari gunung Bromo lho, so sweet ”. *Blom tahu ya, klo disana orang jualan bunga gituan bnyak bnget, lagian bau edelwis kan gak wangi*. “Emm setiap apel malam minggu, dia selalu bawa setangakai mawar buat aq, romantis bnget si ” *yaelah Mbak kok pelit bnget cowoknya cman bawain mawar setangkai pula, fuihhh*. “Dia buat lagu khusus untukku lho, seneng na”. *padahal laguna gak lebih bagus dari laguna kangen band hihihi*. Begitulah kira-kira beberapa celotehan orang2 (cewek khususnya) yang merasa pasangaannya telah melakukan tindakan yang romantis untuknya.
Sebenarnya pa si arti romantis sesungguhnya??*mengerutkan alis*. Menurut KBBI*peh peh niat banget, pake buka kamus sgala *, romantis artinya “ bersifat spt dalam cerita roman (percintaan); bersifat mesra, mengasikkan.”. Mesra?? Apakah mesra berarti sama dengan raba-raba atau lebih besar sama dengan grepa-grepe?? *hii….serem, enggak bnget da*. mengasyikkan??apa harus full of joke n laugh?*masak si, I don’t think so*. Emmm semakin membinggungkan saja definisi kata romantis So tinggalkan saja apa arti romantis secara harfiah. Mungkin memang tidak bisa didefinisikan dengan kata-kata hanya bisa dirasakan dengan sepenuh hati dan jiwa *hayah :p *.
Meskipun romantis sulit didefinisikan secara harfiah, tapi dari penelitian asal2an dan riset tanpa metode ada beberapa factor yang mempengaruhi romantisme yang terjadi:
-
Besarna perjuangan/usaha. Yups seberapa besar perjuangan atau usaha seseorang dalam mewujudkan ‘romantis’ itu akan mementukan kadar romantis yang ditimbulkan…Diberi berlian ma diberi cincin perak pasti beda to rasana, seluruh wanita sehat dan waras dijagad raya ini sudah pasti setuju klo pilihan yang pertama lebih membahagiakan n mengasyikkan
*kok lebih terdengar matre daripada romantis ya hehehe*. Pokokna gitu da, kadar romantis berbanding lurus dengan besarna usaha/perjuangan yang dilakukan. Seseorang pasti akan lebih tersentuh dan lebih merasakan klo pasanganna amat romantis jika demi mewujudkannya sampe harus rela berkorban jiwa dan raga *perang kalee* -
Moment yang tepat. Dalam menciptakan romantisme harus dipertimbangkan juga waktu dan keadaanna. Moment yang gak tepat akan merusak romantis yang ingin diwujudkan. Misalna ni ya, mau buat kejutan dengan candle light dinner berdua ditempat yang terbuka dengan alasan biar view na lebih indah. Nah klo keadaan cuaca kaya’ sekarang ini, pa lagi dikota-kota dingin seperti Malang, yang hampir setiap hari hujan, sangat tidak tepat sekali makan malam ditempat terbuka. Bukanya romantis yang terjadi, malah bersin-bersin kehujanan dan kedinginan deh. Berabe to mulangin anak orang dalam keadaan terkapar.
-
Barang yang cocok. Nah klo ’romantis’ diwujudkan dalam bentuk barang. Harus bener2 tahu tu si target/ si pasangan suka or tidak suka apa. Jangan sampe barang yang mo diberi merupakan daptar barang yang membuatnya alergi. Sok2an biar dipuji perhatian n romantis, si target dimasakin seafood padahal lihat mukana seafood aja si target da mo muntah2, mubadzir semuana kan. Niatnya si baek biar si target happy tapi yang terjadi malah si target sengsara 7 hari 7 malam
. So selidiki baek2 list barang yang disuka n barang yang gak disuka si target. Perlu diinget juga untuk para lelaki bahwa tidak semua wanita suka boneka dan warna pink, jangan sok kecentilan n keimutan memberi pasangan anda, yang gak suka dengan dua hal itu, sebuah boneka warna pink pula. Bisa-bisa boneka tersebut dijual ke anak tetangga depan rumah hehehe. Jadi telitilah n bijaklah sebelum memberikan sesuatu pada si target. -
User/pelaku. Point yang terakhir ini adalah the most important factor. Siapa pelaku yang berusaha menciptakan romantisme adalah faktor yang paling utama dan penting. Apakah dia adalah orang yang diharapkan si taget?? apakah sang pelaku adalah orang yang didampakan siang dan malam??. klo sang pelaku adalah orang yang sangat diharapkan si target, pastina akan terasa amat sangat indah. Hal yang sama dilakukan oleh dua orang yang berbeda, dimana yang satu diharapkan si target, yang satuna yg gak diharapkan, maka akan menimbulkan efek yang jauh berbeda. Coba bayangkan jika ada dua orang ini khusus mempersembahkan nyanyianna untuk anda,. lagu ‘Nothing gonna change my love for U’ dinyanyikan oleh Andika.kangen band ma dinyanyikan oleh Andika Pratama. Wanita dengan mata normal diseluruh planet juga dengan kompak akan memilih yang terakhir yang bisa membuatnya merasa special n bahagia, klo pilihan yang pertama mah bukan romantis tapi dramatis dan bikin nangis hehe.. Maka sekedar ucapan selamat pagi n selamat malam dari orang yang bener2 diharapkan akan terdengar romantis ditelinga. Sesepele apapun usaha or sesuatu yang dilakukan sang Pelaku-yang diharapkan-si target maka akan menimbulkan efek kebahagiaan bagi si target. Tapi bukan berarti faktor yang pertama tadi tidak berlaku, tetep usaha berbanding lurus dengan kadar romantis. Klo hal sepele saja bisa membuat si target kelepek-kelepek, pa lgi klo hal tersebut penuh perjuangan untuk mewujudkannya. Dan satu hal lagi yang bisa disimpulkan, mgkin faktor keempat inilah yang membedakan sesuatu dianggap gombalisme n romantisme. Like i said before, satu hal yang sama dilakukan dua orang yang berbeda akan menumbulkan efek yang berbeda. So klo si target menanggapi hal yang dilakukan sang pelaku sebagai tindakan yag gombal, mka jawabannya sudah pasti karena sang pelaku bukan orang yang diharapkan si target…
Sekian faktor2 yang berhasil dkumpulkan. Ada tambahan or sanggahan??

Yang Nggacor^^